Lepet Kuningan

Lepet Kuningan

Siapa yang tidak mengenal jajanan tradisional asli dari Jawa Barat ini, lepet kuningan kini telah merajalela ke hampir seluruh penjuru nusantara. Warna coklat menggodanya yang dibalut daun kelapa merupakan ciri khas yang membedakan jajanan ini dengan jajanan khas lainnya. Lepet kuningan merupakan panganan khas sebuah kota yang terletak di kaki Gunung Cermai.

Jajanan tradisional ini memiliki cita rasa asin gurih. Banyak masyarakat Indonesia gemar mencicipi cemilan yang satu ini karena memiliki rasa yang berbeda. Panganan ini berbahan utama beras ketan yang dicampur kacang. Orang Sunda lebih sering menyebutnya dengan panggilan ‘leupeut’. Kebanyakan orang berpendapat bahwa cemilan tersebut mirip dengan lontong dan lemper, namun lepet kuningan lebih nikmat karena hidangannya dicampur santan dan kacang.

Asal Mula Lepet Kuningan

Berdasarkan cerita yang dituturkan secara turun temurun dari masyarakat Sunda, konon kabarnya panganan tradisional ini dahulu diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Filosofis dari lepet kuningan adalah membudayakan dua kali Baqda yakni Baqda Idul Fitri dan Baqda Kupat yang dilangsungkan seminggu setelah lebaran. Istilah lain dari jajanan tradisional ini adalah ‘silep kang rapet’ yang bermakna ‘mari kita tutup rapat-rapat atau kita kubur’.

Kandungan Gizi Dalam Lepet Kuningan

Dengan mengkonsumsi 40 gr lepet kuningan kamu dapat memperoleh nutrisi sebagai berikut

Energi              : 96 kkal

Protein             : 3,1 gr

Karbohidrat     : 20,5 gr

Lemak             : 0,2 gr

Kalsium           : 8,2 mg

Zat Besi           : 0,65 mg

Vitamin A       : 2 IU

Vitamin B1     : 0,96 mg

Manfaat lain yang dirasakan tubuh setelah mengkonsumsi lepet kuningan adalah mengurangi batuk, menghilangkan uap jahat yang mengendap dalam paru-paru. Selain itu, dengan menyantap lepet ini dapat meningkatkan energi dan daya tahan tubuh.

Adonan Lepet Kuningan

Untuk membuat lepet kuningan yang lezat, bahan yang diperlukan diantaranya beras putih, parutan kelapa, kacang tanah, sedikit garam, daun janur, dan tali pengikat. Beras yang telah dicuci dan direndam dalam waktu yang tidak begitu lama ditiriskan. Kemudian dicampur dengan parutan kelapa, ketan, dan sedikit garam. Adonan tersebut kemudian dimasukkan dalam wadah daun janur melalui corong dan setelah selesai ikat dengan tali. Lepet yang telah diikatkan pada janur tadi lalu dimasukkan dalam paci dan direndam dengan air hingga matang. Lepet akhirnya siap disajikan bersama bumbu pelengkap seperti saus kacang atau bumbu lainnya sesuai selera.

Pembeli Lepet Kuningan

Lepet kuningan disebut sebagai panganan khas terlezat nomor 2 di Provinsi Jawa Barat ini memiliki banyak pelanggan. Mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, pekerja, hingga orang dewasa disinyalir menyukainya. Selain harga yang murah, kelezatan panganan ini dapat ditemukan di berbagai tempat diantaranya kantin sekolah, jajanan pinggiran jalan, hingga mall dapat ditemukan penjualnya.